Lewat tengah malam, kami sampai di Kota Pasuruan Jawa Timur, Ayla dan Yudha memutuskan untuk beristirahat di salah satu penginapan yang paling dekat dengan tempat yang dituju. Di antara dingin malam mereka melepas lelah setelah melewati dua hari yang melelahkan. Mereka kembali saling menghangatkan hati dan tubuh, cuaca yang dapat mencapai lima derajat celcius di sana membuat keduanya tak saling melepaskan pelukan hingga pagi tiba. Pagi di Bromo di sambut dengan sedikit lebih hangat, Ayla memutuskan untuk keluar kamar dan melihat aktivitas masyarakat sekitar yang disebut sebagai Suku Tengger. Ia terus berjalan-jalan, sekali-kali ia bertemu dengan beberapa orang yang bersepeda menuju lahan yang akan digarap, mereka menunjukkan keramahan khas masyarakat sana. Ayla tergerak mampir ke salah sa

