Jadi orang cerdas memang terasa menakjubkan. Setidaknya Djenar merasa seperti itu ketika ada di tempat asalnya. Ia merasa istimewa karena menjadi satu-satunya gadis yang bisa membaca--meski itu ilegal--di desanya. Para pelayan pun mengaguminya karena pengetahuan ia ia baca dari buku-buku milik Ayahandanya. Tapi di dunia ini ... Djenar bukan apa-apa. Pengetahuan yang Djenar punya cuma setitik debu di antara semesta, tak ada artinya. Untungnya, pemuda yang mengaku namanya Arhanif dan minta dipanggil Arhan itu murah hati. Ia mengajarkan semua yang Djenar tak tau dengan sabar. Mulai dari yang sederhana seperti menaik-turunkan suhu ruangan, menyalakan air, memakai toilet, menyikat gigi, bahkan cara menggunakan sendok dan garpu. Arhanif juga mengenalkan Djenar pada sebuah benda kotak yang ia se

