BAB 47

1848 Kata

Salwa tahu pernikahan setiap orang berbeda. Athan selalu ada untuknya. Bahkan Salwa merasa hatinya sejalan dengan Athan. Lelaki itu tidak menolak keinginan Salwa dan dia juga tidak pernah memaksa Salwa. Athan memperlakukan Salwa seperti diri Athan sendiri. Ada saat Salwa butuh perhatian, Athan memperhatikannya seperti menuruti perintah seorang ratu. Ada saat Athan ingin dimanja, seolah dia benar-benar hanya membutuhkan Salwa seorang. "Kenapa Kakak tidak berbicara kepada Abang? Bang Athan dan Bang Farhan?" "Farhan bukan orang yang punya banyak waktu luang untuk mendengar ceritaku." "Tapi dia punya waktu untuk pulang ke rumah setiap akhir pekan. Sesibuk apapun dia tetap memberi waktu khusus untuk kalian," tambah Salwa mengingatkan saudarinya. "Benar. Apa sulitnya berteriak padanya kalau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN