(Gausah dibaca)

1047 Kata

Lintang, lo di mana? Perpus. Lintang menyimpan lagi ponselnya usai membalas chat Segara, ia berlanjut membaca sebuah buku tebal sebagai referensi bahan skripsi yang ia kerjakan, pasalnya masih saja ada sedikit salah setelah berkonsultasi dengan dosen pembimbing, terkadang sampai membuat Lintang berpikir, apa ia belum boleh lulus tahun ini? Ia sendirian berada di balik rak buku perpustakaan pagi ini, sekitar jam sepuluh lewat, sengaja Lintang datang lebih awal meski kelas yang diikutinya baru dimulai pukul sebelas. Lintang memang rajin jika menyangkut kuliah, apalagi ia mati-matian membiayai semua sendiri menggunakan uang hasil gaji—dari pekerjaan apa saja, padahal awalnya nekat karena memberontak sang ayah, tapi lama-lama Lintang terbiasa—membuatnya terlihat mandiri dari gadis seusia Li

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN