"Bakso punya lo," ucap Malik sembari meletakan mangkuk berisi bakso di depan Lintang, mereka benar-benar makan di kantin setelah kelas usai, dan tentu saja Lintang menyanggupinya setelah Segara menyetujui, terlebih cowok itu sengaja datang bersama gengnya ke kantin, padahal Segara jarang muncul di sana. Kalau kelas usai, ia bisa menyingkir pergi dari kampus, atau melakukan sparing futsal. Mungkin karena tadi sudah melakoni sparing, sekaligus ingin mengawasi kekasihnya, ia jadi muncul di kantin. Lintang mengangguk, arah mata cewek itu berulang kali melirik Segara nan duduk tak jauh dari jangkauan, mereka bisa saling melihat. Sejauh ini semua baik-baik saja, tapi Lintang sibuk menahan kegugupan yang merambat di sekujur tubuh, bisa-bisanya ia seperti ini, padahal bagus kan kalau Segara melih

