Keynan kembali ke kamarnya. Ia langsung duduk di kursi kerjanya. Tampaknya Keynan kelelahan, wajahnya nampak begitu pucat. Selama ini selalu Alishia yang selalu menjaga dan menasehati Keynan untuk terus menjaga kesehatannya. "Keynan, minum obat kamu!" "Key, aku udah buatin sarapan buat kamu." "Sayang, aku udah bilangkan jangan terlalu dipaksakan, nanti kamu sakit lagi." Bayang-bayang Alishia selalu muncul ketika Keynan merindukan gadis itu. Selalu dan selalu Alishia dengan senyum manisnya mampu meluluhkan hati seorang Keynan. Namun tak ada yang menyangka gadis berusia 19 tahun itu harus meregang nyawa dengan begitu tragisnya. Sebenarnya kecelakaan itu bisa dicegah. Hanya saja Alishia telat mendapatkan pertolongan yang mengakibatkan ia kehilangan banyak darah saat kecelakaan itu

