Pagi-pagi buta, Valeta pergi jalan-jalan sendirian. Dengan masih memakai syal yang melingkar di lehernya ia mulai menikmati suasana alam bebas sambil sesekali memotret menggunakan hpnya untuk mengabadikan momen. Di tempat camping, Ares baru saja bangun dari tidurnya yang nyenyak. Ia keluar dari tenda mencari udara segar. Beberapa anak-anak melewatinya. Saat Valeta lewat di dekat danau, pandangannya menangkap sosok tak asing yang saat ini berdiri mematung di tepian danau itu. Valeta berjalan mendekat, rupanya orang itu tak lain adalah Keynan. "Pak Keynan?" Valeta bersembunyi di balik pepohonan sembari mengamatinya. "Ngapain dia sendirian di sana?" Keynan mengeluarkan sesuatu di saku celananya, sebuah cincin kecil yang selalu ia simpan di sana. Diamati cincin dengan ukiran nama di

