“Roy... Roy!” Nadia yang duduk disebelahnya menyadarkan temannya itu saat ketahuan melamun. Roy tersadar dengan panggilan Nadia. “Elo tuh ya, akhir-akhir ini sering banget melamun!” “Nggak kok nggak papa!” ucap Roy seperti menyembunyikan sesuatu darinya. Nadia hafal betul gelagat aneh temannya itu. “Lo yakin?” Tak disangka ditempat itu, Ares dan Rio juga di sana sedari tadi dan memesan kopi. “Res, ngomong-ngomong ada kejadian apa kemarin lo sama Arista?” tanya Rio penasaran. “Nggak papa, gue cuman nolongin tuh cewek pas jatuh!” “Gila lo, gentle juga ya. Nggak biasanya lo bersikap lembut sama cewek.” “Kemarin gue cuman kebetulan nolongin dia, makanya gue kalah waktu lawan Nico.” “Iya, dan gue harus relain uang 5 juta gue, sial!” gerutu Rio. Suasana kafe yang awalnya tenang-t

