Keynan yang saat ini berada di dalam mobil dekat halte bus tengah menunggu seseorang, ia terus mengamatai jam tangannya sesekali memainkan jemarinya. Tak berlangsung lama, sosok yang ditunggu datang dan langsung masuk ke dalam mobil. “Huft! Hampir aja ketahuan tadi.” “Kenapa lama?” tanya Keynan menoleh pada perempuan di sebelahnya. Valeta kini menatap Keynan dengan pandangan kesal. “Eh, bapak nggak lihat kalau saya harus kaya ngumpet-ngumpet buat sampai di sini. Lagian ngapain sih minta saya buat bareng sama Pak Key, di rumahkan bisa,” gerutunya kesal. “Ini berbeda Teta, saya mau ngajak kamu ke suatu tempat.” “Kaya penting banget.” Valeta seakan tak peduli urusan penting yang dibuat Keynan. Mobil melaju ke salah satu butik langganan Keynan dulu, tempat dulu ia dan Alishia memesan

