Disebuah kamar perawatan di salah satu rumah sakit swasta terbaik di kota Yogyakarta, Fakhri sedang berada di sisi ranjang perawatan milik ayah Nabilla. Selang infus yang tertancap di tangan kiri pak Andang dan gips yang menghiasi tangannya yang kini terlihat memang sengaja di istrahatkan dari aktivitasnya. Mau tidak mau, ini adalah kesempatan Fakhri untuk dekat dengan pak Andang, walaupun berkali-kali ia sudah di usir, tetapi ia bersikeras untuk tidak meninggalkan laki-laki itu sendirian. “Aku sudah berulang kali mengatakan kepadamu untuk tidak kembali lagi kesini” Kalimat ini sudah menjadi kalimat ke lima pengusiran pak Andang pagi ini. “Dan saya sudah mengatakan berulang kali bahwa saya akan tetap kembali disini, bapak sendirian dan sedang sakit” Fakhri duduk di sebelah ranjang pera

