32. Membawa Jejak Wira

1327 Kata

"Akhirnya kamu pulang juga, Will." Suara itu mengiris kesunyian lorong rumah yang megah. Wira tidak melambatkan langkahnya, bahkan cenderung mempercepat, ingin melewati sosok yang bersandar di dinding marmer itu. Namun, sepasang jari bertatahkan cincin berlian menyergap lengannya, menahan lajunya dengan cengkeraman dengan sekuat tenaga. "Jangan mengabaikanku," desis Alana, suaranya seperti silet terbungkus sutra. "Aku sudah terlalu lama hanya bisa mematung, menyaksikanmu menghabiskan waktu di sana." Wira menatap lengan jasnya yang kusut dalam genggaman itu. Kulitnya terasa panas di bawah sentuhan tersebut. "Lepas." Alana melepaskan cengkeramannya, namun sikapnya tak surut. Jemarinya yang lentik bergerak seperti ingin merapikan kerutan yang ditinggalkannya di lengan Wira. "Bisakah kita

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN