(Singapore) Bel pulang sekolah tiba. “Sadam, ayo pulang?” Ajak Elina. “Bantu aku.” Pinta Sadam. “Ayo berdirilah.” Elina membantu Sadam untuk berdiri. Elina dengan sabar berjalan menuntun Sadam pulang. Malah hari pun tiba. Elina menghubungi Sadam. Elina merasa khawatir dengan Sadam. Karena Elina melihat bengkak di kaki Sadam terlihat cukup marah. “Hallo Elina?” “Sadam, bagaimana kakimu?” “Masih sakit, Elina.” “Coba urutlah. Bawa ke tukang urut.” “Aku pengen kau yang memijitnya.” “Ahh, kau ini. Cepatlah sembuh, Sadam.” “Iya, terima kasih Elina.” “Jika kakimu belum bisa untuk jalan, besok jangan ke sekolah dulu.” “Kenapa? Kau takut aku terluka lagi?” “Tidak. Aku hanya tidak ingin kau memintaku untuk memijatnya. Haha.” “Yaaa.. Elina. Kau teman yang sangat kejam” Rengek Sadam.

