Keesokan harinya. Saat membuka mata yang ada dipikiran Aksa hanya ada Elina. Aksa mencari ponselnya untuk menghubungi Elina yang telah resmi menjadi kekasihnya semalam. ‘Selamat pagi sayang.’ Aksa mengirim pesan pada Elina. Elina pun tersenyum membaca pesan dari Aksa. ‘Selamat pagi.’ Balas Elina tanpa panggilan sayang. “Yaa... kenapa Elina tidak memanggilku dengan panggilan sayang.” Gumam Aksa kesal. Aksa pun memutuskan untuk menelpon Elina. “Haahhhh... Aksa menelponku? Apa yang harus kulakukan.” Elina gugup dan heboh sendiri. “Oke!! Tenang Elina !! ini pacarmu yang menelpon, jadi aku hanya perlu manjawabnya.” Elina menenangkan dirinya sendiri. Sebelum mengangkat telpon dari Aksa, Elina menarik nafasnya dalam-dalam. “Hallo.” Jawab Elina lembut dan dengan senyum manis yang menghia

