Empat tahun telah berlalu setelah kepergian Elina. Kini baby Aziel pun juga sudah berusia 4 tahun. Namun kenangan semua kenangan tentang Elina tak akan pernah pergi. Setiap hari Aksa memandangi foto Elina di dekat jendela kamarnya. “Elina, istriku. Ini sudah lama sejak kau pergi untuk meninggalkanku dan baby Aziel. Baby kita sudah tumbuh besar. Ia sangat pintar.” Ucap Aksa sambil mengusap foto Elina dan tak terasa airmatanya menetes. Baby Aziel pun datang menghampiri Aksa di kamar. “Baby kecilku, kemarilah sayang.” “Iya papa.” Aziel berlari lucu. Aksa menangkap baby Aziel dan menggendongnya. “Mau ikut papa?” “Kemana papa?” “Rumah mama?” “Lumah mama? Yeeeeee...” Jawab baby Aziel semangat sampai mengangkat kedua tangannya. “Wah, kau semangat sekali. Oke, ayo kita berangkat.” Aksa

