Tiba saatnya, kini Aksa dan Elina akan resmi menjadi sepasang suami istri. Elina dirias layaknya seorang putri, dan Aksa dirias layaknya seorang pangeran. Keluarga, sahabat, serta kerabatnya yang akan ikut serta menyaksikan kebahagian mereka. Riasan Aksa selesai terlebih dahulu. Aksapun menemani Elina yang masih dirias. “Sayang.” Aksa tersenyum manis menatap Elina dari cermin dan memegang pundak Elina. “Boo?” Elinapun tersenyum bahagia. “Wahh... kau sangat sangat sanat cantik.” “Hehe, Terima kasih.” “Huh, jantungku sedang olahraga sekarang.” Ucap Aksa yang benar-benar merasa gugup. “Kenapa?” Tawa Elina. “Ahh… aku… jantungku berdebar sangat kencang.” Tawanya grogi. “Huhu… Akupun juga begitu.” “Perias wanita sudah selesai.” Ucap perias. “Terima kasih.” Ucap Elina pada perias terse

