"Hah? Adik ipar? Sejak kapan isteri gue punya saudara tuan muda kaya raya kayak lo!?" sarkas Andaru sambil menatap kesal ke arah pria di depannya. Tubuh pria itu yang tingginya melebihi dirinya saja sudah membuat kesal. Ashraf mematung ketika mendengar perkataan Andaru yang seolah baru saja melempar pisau yang baru saja di asah, tepat di jantungnya. "Lo udah enggak ada urusan lagi kan sama gue?" tanya Andaru yang merasa dirinya harus sebisa mungkin untuk menjauh dari Ashraf. Pria itu terlihat baik tapi mungkin tidak dengan keluarganya. Ia sudah muak dengan hal-hal seperti perebutan kekuasaan. "Lo enggak bisa pergi begitu aja dari gue," desis Ashraf membuat bulu kuduk Andaru tiba-tiba beridiri. Aura seorang tuan muda ternyata sangat melakat di dirinya. Andaru ingin berbalik tapi ia tak

