Hari pertama Andaru bekerja di kantor tiba. Pria itu merasakan debaran jantungnya sedikit meningkat namun tidak terlalu banyak menimbulan efek apapun. Ia masih terlihat santai-santai saja. Tapi tidak dengan Sabrina yang sejak pagi tadi sudah heboh. “Mas Andaru mau bawa air minum enggak? Botol yang 1 liter atau 70oml?” “Mas Andaru suka kotak nasi lauknya yang dipisah atau digabung?” “Mas Andaru mau dibawa cemilan enggak? Kue atau potongan buah?” Bi Lela yang melihat itu bahkan ikut terkejut, pasalnya saat melihat Sabrina melakukan pekerjaan di dapur, wanita itu sama sekali tidak seperti seorang yang tidak bisa melihat atau wanita yang tengah hamil muda—lemas dan mual. Andaru yang melihat isterinya itu tidak berhenti bergerak sejak subuh, segera bangkit dari kursi meja makan. Ia tidak

