Ketika seseorang pergi untuk selamanya, kenangan pun perlahan ikut menghilang. Prasmana dulu tidak terlalu memikirkan tentang hal itu saat Shinta masih dapat ia genggam dan senyumnya masih ia dapat nikmati. Setidaknya itu sampai Prasmana memilih meninggalkan isterinya yang tengah hamil besar, sebuah tindakan yang membuatnya mengakui dirinya sebagai seorang laki-laki b******n. Namun, pria itu tidak tahan melihat isterinya yang harus menahan kenginannya untuk membeli sesuatu ketika bersamanya, padahal jika masih tinggal di keluarganya, Shinta dengan mudah mendapatkan apa yang dia mau. Prasmana benar-benar merasa tertekan saat itu, tidak hanya dari satu arah melaikan seperti gerombolan anjing yang hendak menggigitnya dari segela arah. Ia tidak punya cukup uang, belum lagi ancaman dari kelua

