"Dine sayang, bangun, kita pergi ke Abram Creeks malam ini juga," Bian mengecup kening istrinya. "Hah?" Dine langsung kaget. Ia mengedip ngedipkan matanya secara perlahan. "Siap siap ok?" Bian membelai rambutnya. "Aku tahu kamu lelah, tapi kamu bisa beristirahat di jalan." "I-iya.. Tapi pasporku di rumah," ucap Dine. "Nanti kita ambil sebelum ke bandara. Sekalian mengambil pakaian gantimu," Bian lalu beranjak ke kamar mandi. "Aku mandi dulu." "Ok, aku siapkan pakaianmu," Dine masuk ke ruang ganti Bian. "Tidak perlu, aku ada pakaian di sana," Bian terteriak. "Siapkan baju yang untuk aku kenakan saja." "Iya," Dine sedikit pusing karena bangun tidur. Ia mempersiapkan pakaian Bian dan pakaiannya. Setelah Bian selesai mandi, ia kembali mandi agar tidak mengantuk dan segera berpa

