"A-aku.." Dine bingung. Secara bergantian ia menatap Bian dan Om Yudha bergantian. "A-apa yang terjadi? A-apa kalian?" secara perlahan Yudha menebaknya. Dine dengan gugup menatap Bian. Bian akhirnya mendekat ke arah Dine dan merangkulnya, "Dokter, saya sudah menikah. Di samping saya ini istri saya tercinta." "A-apa?" Yudha kaget luar biasa. "Ba-bagaimana bisa?" Dine meremas jari jemarinya. Ini seperti berhadapan dengan ayah dan mengakui kalau aku baru saja kawin lari. "Ma-maafkan aku om.." Dine menunduk. "Maafkan karena tidak bicara lebih awal." "Tapi, sekitar setahun lalu, kita sempat lost contact. Banyak hal yang terjadi sejak itu dan belum aku ceritakan," Dine bicara perlahan. "Kemudian di bulan lalu, setelah aku menemui om di rumah... Sejujurnya, setelahnya, sudah ada renca

