"Dine bukan 'perempuan itu'!" Bian menegaskan. Audrey tidak meresponnya, ia hanya menunduk. "Apa Anez ada dibalik serangan tadi?" tanya Zhian memastikan. "Aku tidak tahu. Aku tidak tahu," Audrey menjawab dengan kesal. Zhian menarik nafas panjang, "Aku harap kamu bisa diajak kerjasama dengan baik. Tak lama lagi akan terjadi 'pertempuran', kamu harus memilih siapa musuh dan temanmu, siapa kawan dan lawanmu." Audrey hanya diam menunduk. "Bian, urusan kalian dan Audrey harus kita jernihkan. Tapi, mungkin berikan dia waktu untuk berpikir," ucap Yudha. "Om percaya, dengan dia datang menemuimu dan memberikan informasi soal formula itu sudah menunjukkan itikad baiknya," Yudha menyindir Audrey secara halus. "Iya, masukan om jadi perhatian saya," Bian mengangguk. "Mengenai para pen

