Dine menatap matahari pagi yang bersinar cerah. Ia tersenyum lebar dan bersiap menyambut hari pertama bekerja di yayasan. Dine sudah mengatur jadwal kerja sementara waktu, sehingga pasien yang datang ke kliniknya bisa janjian terlebih dahulu. Setidaknya sampai penelitian soal VAC dan BAC terselesaikan, aku harus bulak balik kantor yayasan dan klinik. Tapi tidak masalah. Bian merangkul pinggang istrinya dari belakang, "Hari pertamamu bekerja di yayasan." Ia mengecup leher Dine berulang kali, "Ahh.. Ahh.. Bagaimana aku bekerja kalau tahu istriku ada di dekatku." Dine tertawa, "Kamu ada ada saja. Kerja ya kerja saja." "Kalau ada waktu kosong, datang ke ruanganku ya?" Bian memutar tubuh Dine agar menghadap ke arahnya. "Mau apa aku ke ruanganmu? Nanti juga ketemu lagi di rumah," Dine

