Haru

1093 Kata

sahid berdiri di depan pintu kamar Ageron, sedari tadi Anak kecil itu ragu untuk mengetuk pintu. Banyak hal yang berkecamuk dalam benaknya. Tapi dia bingung untuk menjabarkannya satu persatu. Tadi dia izin kepada nenek dan kakeknya untuk berkunjung sebentar ke kamar Ageron. Dira yang merasa khawatir pun menyusul Sahid yang tak kunjung kembali ke kamarnya. Saat Dira melihat Sahid masih berdiri di depan pintu tanpa melakukan apapun, Dira pun mengambil ponselnya dan mengirimkan foto Sahid yang berdiri di depan pintu kepada Ageron. Ageron yang kebetulan tengah memegang ponselnya langsung membuka pesan dari mamanya. Dia tertegun melihat apa yang baru saja di kirimkan mamanya. Sebelum membuka pintu kamarnya, Ageron menatap dokter Nima terlebih dahulu. Dia mengira-ngira, jika Ageron mengajak Sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN