Sahid berlari riang saat dia melihat Ageron memasuki pekarangan rumah oma dan opa Nuha. Sudah lama sekali dia tidak bertemu dengan Ageron. Setiap malam dia selalu menangis menanyakan dimana Babanya berada. Dan hari ini rasa rindunya terbayarkan. Dalam pelukan Ageron Sahid menangis dan menumpahkan semua isi hatinya. Trauma kehilangan keluarganya yang dia alami selama di Aleppo membuatnya selalu seperti ini jika berpisah lama dengan Ageron. Ageron pun jadi ikut terenyuh melihat Sahid saat ini. Ada rasa bersalah, tapi mau bagaimana lagi bukan kehendaknya melakukan semua ini. Jika bukan karena si Aldefo siaalan itu, mereka tidak akan mengalami kejadian seperti ini. “Sudah sehat rupanya, Kapten kita…” sapa Nuha sambil tersenyum mengejek. “Kalau bukan karena ulah mantan suamimu, aku tidak aka

