Suara dering telepon milik Ageron yang sangat nyaring membuat dokter Nima membuka matanya. Tanpa melihat ponsel siapa yang berdering dia pun mengangkatnya dengan sembarang. Di seberang sana orang yang menelepon cukup heran karena bukannya suara seorang laki-laki yang terdengar melainkan suara seorang wanita. “Maaf, apa benar ini nomornya dokter Ageron?” Tanya orang itu sekali lagi. “Hah? Ah iya…” jawab dokter Nima malu. Dia pun langsung duduk dan bersandar di kepala ranjang. Ageron yang melihat itu hanya menatapnya saja. Ditatap seperti itu membuat dokter Nima salah tingkah. Cepat-cepat dia memberikan ponsel itu kepada sang pemilik. Kemudian dia turun dari atas ranjang dengan memakai selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos. Tapi sialnya hal itu membuat matanya terbelalak saat menol

