BAB 95 | Mencari Kebenaran

2016 Kata

PEPATAH itu benar; penyesalan selalu datang belakangan. Tentang perasaan yang membuatmu muak, tetapi tidak bisa disuarakan. Semua penyesalan itu begitu Gala rasakan. Laki-laki dengan kemeja abu-abu itu tidak mengalihkan pandangan matanya pada sosok perempuan cantik yang tengah duduk di tengah-tengah kursi yang berada di tengah ruangan kedai kopi itu sendirian. Perempuan itu tak peduli kepada kehadirannya, memilih untuk memasang earphone sambil melukis di sketchbook miliknya. Perempuan itu tampak menikmati waktunya, meksipun banyak mata menatapnya dengan takjub. Banyak yang berusaha untuk mendekatinya, namun sungkan karena tidak ingin mengganggu perempuan itu yang tengah melukis sambil melamun sesekali. Minumannya yang berada tepat di atas meja tampak tidak tersentuh. Uap panasnya juga tid

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN