21. Cinta Buta Cinta memang buta, tak peduli meski yang dicintai membuat luka. Selalu berpikiran yang baik-baik saja supaya tak terjadi yang tidak diinginkan. Namun, meski dia selalu berpikiran baik, tetapi nyatanya hal buruk yang dialami. Angga mulai menjauh itu menurut pemikiran Amanda, hari-harinya mulai terasa hampa tanpa adanya ucap manja dan godaan dari lelaki itu. Semuanya dimulai sejak Angga dan Seffi ke kantor bersama hari itu. "Boleh ikut gabung," tanya pria manis pada wanita yang tengah sibuk mengaduk-aduk makanan di depannya dengan tatapan kosong. "Aku boleh gabung gak?" ulang pria itu. Namun, tak ada sahutan sama sekali dari si wanita. "Amanda," panggilnya sambil menepuk pelan bahu Amanda membuat wanita itu terkejut dan tanpa sadar mengucapkan nama sang suami. "Eh, iya, A

