Di dalam kelas lee saem sedang menjelaskan pelajaran. Sekarang adalah pelajaran matematika, dimana itu adalah pelajaran yang paling membosankan bagi semua murid. Bahkan semua murid hanya mendengarkan penjelasan lee saem dengan malas-malasan.
"Oke, saya harap kalian paham dengan yang saya jelaskan barusan. Dan sekarang saya kasih kalian 10 soal. kalian harus menyelesaikan soal ini sebelum bel istirahat. kalau tidak selesai nilai kalian akan saya kasih Nol," seru lee saem.
"Huh apa apaan ini. dia seenaknya saja memberi soal sesusah ini," gerutu Sohyun.
Semua murid merasa kesal karena diberi soal sesusah itu. Berbeda dengan Eunkyung yang sudah menyelesaikan beberapa soal dengan mudah. Orang yang duduk disebelah Eunkyung sedikit terkejut melihat lembar jawaban Gadis itu yang penuh dengan rumus rumus.
Suara lemparan buku tepat didepan mejanya membuat Eunkyung sangat terjerkut bahkan Gadis itu hampir saja berteriak. Ternyata itu adalah Jaehyun yang meminta Eunkyung mengerjakan tugasnya juga.
"Kerjakan punyaku," Ucap Pria itu dengan nada dinginnya sebelum kemudian melangkahkan kakinya keluar kelas begitu saja.
"Heol apa ini ? Seenaknya saja menyuruh orang. Memang nya dia siapa," gerutu Eunkyung kesal. Tidak ingin mendapat masalah Eunkyung pun mengerjakan tugas milik Jaehyun juga.
Selesai mengumpulkan tugas, Eunkyung dan Jisu pergi ke kantin bersama. Seperti biasa, Disana mereka melihat geng 7 Boys yang sedang makan dengan dikerumuni beberapa gadis yang mengidolakan mereka, tidak terkecuali Sohyun dan teman-temannya. Bahkan Sohyun sedang duduk disebelah Jaehyun sambil bermanja manja dengan Pria itu walaupun Jaehyun hanya diam tanpa memperdulikannya.
Dengan pelan Eunkyung berjalan melewati kerumunan itu seolah bersikap tidak melihat Jaehyun dan Sohyun. Namun semua nya tidak berjalan lancar. Nyatanya Sohyun yang menyadari keberadaannya langsung menjegal kakinya hingga terjatuh ke lantai.
"Kenapa? Sorry aku tidak tahu kaki ku usil," Ucap sohyun.
Eunkyung hanya bisa menghela nafas, ingin protes itu sama saja dengan menambah masalah. Karena sudah tidak selera untuk makan, ia pun berbalik arah menuju perpustakaan. Di perpustakaan dia bertemu dengn Hyunki yang sedang tidur disalah satu bangku perpustakaan. Ini kedua kalinya Eunkyung bertemu dengannya dan Hyunki selalu tidur.
"Bukankah dia salah satu anggota 7Boys? Apakah dia tukang tidur? Sudah dua kali Aku bertemu dengannya dan dia selalu tidur," Gumam Eunkyung sangat pelan sambil mencari beberapa buku yang ingin ia baca
"Jangan suka membicarakan orang dibelakang," Sahut Hyunki. Entah sejak kapan Pria itu sudah terbangun. Dengan tatapan datarnya Hyunki bangkit dari duduknya kemudian berjalan keluar dari perpustakaan.
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
"Selamat siang Miss. Maaf apa Miss Hye memanggil saya?" Tanya Eunkyung baru saja masuk kedalam ruang kelapa sekolah. Tadi sebelum pulang, Salah satu staff sekolah memanggilnya dan meminta nya menemui Miss Hye.
"Paek Eunkyung?"
Eunkyung mengangguk.
"Ini saya hanya ingin memberitahu, kalau besok kamu sudah harus memakai seragam sekolah VT. Kalau tidak Kamu akan mendapat sanksi,"
"Baik Miss,"
"Yasudah Kamu boleh pulang,"
Eunkyung membungkuk sopan memberi salam sebelum keluar dari ruangan kepala sekolah. Saat di koridor menuju gerbang, tiba-tiba ada seseorang yang menarik tangan nya secara kasar. Ternyata orang itu adalah Jaehyun.
Jaehyun membawa Eunkyung kedalam kelas lalu menghempaskan tubuhnya dan memojokkan tubuh gadis itu di dinding. "Yak apa yang Kamu lakukan?" tetiak Eunkyung karena punggungnya merasakan sakit akibat ulah Jaehyun.
Dengan tatapan tajam nya Jaehyun melempar buku matematika nya tepat didepan wajah Eunkyung "Ini apa?"
"Ini buku matematika? Memangnya kenapa?" tanya Eunkyung pura pura tidak tahu.
"Jangan berpura-pura tidak tahu. Kamu sengaja kan mengerjakan tugasku dengan jawaban yang salah semua?!"
"Eh itu. Siapa suruh Kamu menyuruhku mengerjakan tugas itu. Itu kan tugas mu, seharusnya Kamu yang mengerjakannya. Jadi bukan salahku dong kalau kamu mendapat nilai nol?" balas Eunkyung.
Jaehyun geram, Pria itu semakin memojokan Eunkyung di dinding hingga wajah mereka benar benar dekat. "A-apa yang kamu lakukan?" tanya Eunkyung gemetaran.
Jaehyun menatap Eunkyung dengan menampilkan senyum smirk nya. "Kamu sudah mulai mengibarkan bendera peperangan, jadi jangan menyalahkanku kalau Aku akan bertindak apapun semauku padamu," ucap Jaehyun tepat di telinga Eunkyung dan itu cukup membuat Eunkyung takut.
"Ingat itu," Lanjut Jaehyun sebelum kemudian melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Eunkyung yang sudah benar-benar ketakutan.
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Sesampainya dirumah , Eunkyung dibuat terkejut dengan sebuah paket yang datang untuknya. Ibu nya bilang itu adalah seragam sekolah untuknya.
"Seragam sekolah. bagaimana bisa?" Gumam Eunkyung bingung. dia sama sekali belum membeli seragam itu kenapa sekarang tiba-tiba ada paket seragam untuk nya?
"Mungkin itu dari sekolahmu. kamu bilang kan hari ini akan mendapat seragam?" Sahut Ibunya mendengar gumaman Eunkyung.
"Ah iya Aku lupa. yasudah Aku ke kamar dulu ya Eomma,"
"Bagaimana bisa ada yang mengirim seragam? siapa yang mengirimnya?" Batin Eunkyung.
=Flashback On=
Direktur rumah sakit yang baru saja masuk kedalam salah satu kamar inap terkejut saat melihat seorang kakek yang ia kenal sedang berbaring di ranjang pesakitan. "Presdir Kim? Kenapa Presdir Kim ada disini?"
"Nanti Aku jelaskan. sekarang tolong ikuti gadis yang menemuimu tadi dan cari tahu semua tentangnya," Balas Presdir Kim.
Direktur rumah sakit yang bernama Dr.Han itupun langsung keluar dari ruang inap Presdir Kim guna menjalankan perintah. Karena hari ini Dr.Han cukup sibuk, Akhirnya dia meminta salah satu bawahannya untuk mengikuti Eunkyung.
Selama beberapa hari orang suruhan Dr.Han mengikuti Eunkyung mulai dari rumahnya hingga kemanapun gadis itu pergi.
"Bagaimana ?" Tanya Presdir Kim pada Dr.Han 2 hari setelah ia memintanya untuk mencari tahu tentang Eunkyung.
"Saya sudah mengetahui semua tentang gadis itu, Tuan. Dia adalah anak dari Pak Park pengusaha sukses yang meninggal beberapa tahun lalu karena terkena serangan jantung. Nama gadis itu adalah Park Eunkyung. Eunkyung tinggal bersama Ibunya dan membuka kedai ayam goreng karena perusahaan keluarganya bangkrut. Selain itu Eunkyung juga mendapat beasiswa di sekolah Anda. tadi saya mendengar dari kepala sekolah yaitu Miss Hye jika Eunkyung belum memiliki seragam VT high school. Saya juga sudah mendatangi toko yang menjual seragam VT, Pelayan disana mengatakan jika gadis itu pernah datang kesana untuk membeli seragam tapi tidak jadi karena tidak memiliki uang,"
"Baiklah. Tolong belikan seragam untuk Eunkyung lalu kirim ke rumahnya. Jangan mengatakan jika itu dariku,"
"Baik Tuan,"
=Flashback off=