Bab 50 – Backstreet

2287 Kata

Pukul 11.10 siang, Venita tiba di sebuah restoran Jepang yang berada di mall Setia Budi, tempat ia dan kedua sahabatnya berjanji untuk bertemu. Ia gugup saat melihat hanya ada Shinta yang menunggunya di sana. “Hai,” sapa Venita seraya duduk di hadapan Shinta. “Hai,” balas Shinta. “Bella mana?” “Kayak gak tau Bella aja.” “Oh,” balas Venita singkat. Ia mengerti apa yang dimaksud oleh Shinta. “Paham?” Venita menganggukkan kepalanya. “Bella terlambat dateng, kan?” Shinta tersenyum sebelum membalas ucapan Venita itu. “Lo paham banget soal Bella, tapi kenapa masih gak jujur soal Gavin?” Situasi mendadak tegang. Venita merasa tidak nyaman dengan pembicaraan itu. “Nanti akan ada saatnya Bella akan tau.” “Kapan?” “Nanti. Dan maaf, itu urusan gue.” Shinta kembali tersenyum. “Bella sahab

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN