Venita merasakan tubuhnya sangat lelah, tetapi ia tidak bisa tidur. Pikirannya tak henti memikirkan Bella. Ia sangat senang saat Bella meminta dirinya untuk memijati gadis itu saat mereka berada di night club tadi. Ia pikir Bella sudah kembali seperti semula. Manja dan menyebalkan. Namun nyatanya, gadis itu masih marah padanya. Terbukti dengan diamnya gadis itu setiap kali ia memintanya untuk menjadi pengiring pengantin di acara pernikahannya nanti. Hari pernikahannya semakin dekat, tetapi Bella belum jua menerima permintaannya untuk menjadi pengiring pengantin di acara pernikahannya padahal dahulu Bella selalu ingin bisa menjadi pengiring pengantin sebelum dirinya sendiri yang menjadi pengantin. Venita memandangi foto-fotonya bersama Bella dan Shinta yang ia simpan di gallery ponselnya.

