Bab 74 – Happy Bella

3355 Kata

Bella melangkah gontai saat menuruni anak tangga rumahnya. Meira pun merasa prihatin melihat Bell tampak tak bersemangat menjalani hidup. Apalagi hari ini putrinya itu akan bertemu dengan orang yang membuatnya kehilangan semangat hidup. “Pagi, anak Mama,” ujar Meira saat menyambut Bella yang baru tiba di ruang makan rumah mereka. Ia mengecupi seluruh wajah Bella hingga si pemilik wajah terkekeh. “Jangan sedih-sedih lagi. Semangat, ya,” ujar Meira lagi. Bella pun menganggukkan kepalanya. Walau Bella sudah berjanji pada ibunya untuk tidak lagi bersedih, tetapi Bella tak dapat menyembunyikan kesedihannya. Sepanjang perjalanan menuju gedung kantor tempatnya bekerja, Bella hanya bersandar pada sandaran jok mobil sambil memandangi jalan raya yang dilaluinya dengan tatapan kosong. Rama yang s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN