Setelah jam kerjanya usai, Gavin menjemput Venita di tempat kekasihnya itu bekerja lalu mengajaknya pergi makan malam di sebuah restoran yang menyediakan menu berbagai steak di kawasan Senopati, Jakarta Selatan. “Ehm ... Vin,” panggil Venita di tengah-tengah acara makan malam mereka. “Ya?” balas Gavin yang sedang memotong wagyu steak miliknya. “Gimana keadaan Bella di kantor?” “Baik-baik aja. Tambah cantik, tapi malah bikin Revano tambah pusing. Anak-anak banyak yang deketin Bella setelah Bella ubah dandanannya,” jawab Gavin seraya terkekeh. Venita pun tersenyum. Ia senang karena kini Bella menjadi idola di kantornya sebagaimana yang selama ini diinginkan oleh sahabatnya itu. Ia tahu selama ini Bella selalu ingin menjadi gadis yang diidolakan banyak orang seperti dirinya dan seperti G

