Indi menghela napas berat tanpa menatap sang mama atau bahkan mendengarkan penjelasan dari mamanya itu. Sementara Damian mengulas senyum sembari melirik Indi lalu menghela napasnya. “Ma. Mungkin, membutuhkan cukup waktu untuk membuat Indi menerima Mama kembali atau memaafkan kesalahan yang sudah Mama perbuat kepada Indi dan juga Papa. Bukankah dengan masih memanggil nama Mama, itu artinya Indi masih menganggap mamanya? Orang yang telah melahirkan dia ke bumi dan telah memilih keputusannya sendiri?” Indi terdiam. Hanya menatap Damian yang baru saja menasihati kedua orang di samping dan depannya itu. Pun dengan Ayu. Perempuan itu juga terdiam dan meresapi setiap ucapan yang dikatakan oleh menantunya tadi. “Lusa, aku harus melakukan operasi di kepalaku. Ada gumpalan darah membeku di sini

