Izinkan Aku Melayanimu

1116 Kata

Setibanya di rumah, Indi menghampiri sang papa yang tengah membaca majalah edisi terbaru di sofa ruang tengah. “Papa?” Indi memanggil Wijaya lalu menghampirinya. Wijaya menoleh kemudian menerbitkan senyumnya kepada sang anak. “Indi.” Lalu menghampiri perempuan itu. “Papa nggak bete, seharian di rumah terus? Nggak mau nyari pengganti Mama gitu?” Wijaya terkekeh dengan pelan. “Tidak, Nak. Papa sudah biasa seperti ini. Sejak masih kamu tinggal sama Papa juga nggak pernah pulang, kan?” Indi menerbitkan cengiran kepada papanya itu. “Sorry, Pa.” Wijaya mengusapi lengan anaknya itu. “Sendirian saja? Damian ke mana? Kenapa nggak diajak?” “Aku mau ngomong sesuatu sama Papa. Aku harap, Papa bisa menerimanya.” Indi menatap Wijaya dengan was-was. Khawatir Wijaya tidak bisa menerima keadaan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN