#88 Devina

2176 Kata

Hari Jumat yang padat, baru pukul delapan tepat, Alana sudah duduk manis di depan meja kerjaku. Padahal aku biasanya baru menerima klien pukul setengah sembilan. Dia bahkan sudah datang setengah jam lebih awal sebelum aku datang. Ala datang dengan sekotak kue yang ia beli dari toko kue yang terkenal enak dan mahal. Mungkin dia sedang mencoba menyogokku agar tidak marah dengan hadiah. Aku hanya menyambutnya dengan senyuman. "Kau tidak perlu repot-repot membawa oleh-oleh untukku, Al." Kataku ketika dia menyodorkan kotak kue itu. "Ini tulus, Biv. Aku tidak sedang menyuapmu agar memaafkan. Karena aku tahu, tanpa ini kau akan tetap memaafkan dan mau mendampingi kami." Jawabnya diplomatis. Aku hanya mengangguk menyetujuinya. "Kenapa kau datang kesini tanpa perjanjian?" "Karena aku tahu, Biv

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN