#81 Pertemuan

1724 Kata

Ibu kaget begitu melihat aku pulang membawa sebuket bunga mawar yang cantik, saat itu beliau sedang duduk di sofa ruang tamu dengan benang-benang rajut ditangannya. "dari siapa?" Tanya beliau, "Andrew ya?" Belum sampai kujawab, beliau menebak sendiri. Aku mengangguk. "Sebagai permohonan maaf katanya." Jawabku. "Atas tadi malam?" Tanya ibu lagi. Aku mengangguk. "Padahal itu ha biasa sih menurut ibu, dia tidak perlu minta maaf seharusnya." Lanjut ibu. "Iya Bu, aku juga berpikir seperti itu. Mungkin Andrew tipikal orang yang senang memberi hadiah." Jawabku. "Apa perasaan kamu diperlakukan seperti itu?" Ibu tiba-tiba membahas perasaan, aku yang awalnya ingin langsung ke kamar, jadi duduk sebentar di samping beliau. Biasanya, kalau sudah seperti ini, ibu akan berbicara wejangan yang serius.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN