Bab 20 Rejav terdiam kaku ketika benda kenyal menyentuh bibirnya, ia menatap Bintang yang memejamkan mata disertai dengan bulir kecil yang berlinangan di sana. Beberapa detik kemudian, Bintang memundurkan wajahnya dan menundukkan kepala, antara malu dan lega karena dia telah meluapkan perasaannya, terima atau tidak, biarlah Rejav yang menentukannya dan dia siap menerima apa pun jawabannya nanti. "Maaf, kalau Bintang langsung nyium Om begitu saja, seperti yang kukatakan tadi, kalau ciuman itu merupakan salam terakhir dariku. Terima kasih sudah mencoba walau akhirnya seperti ini, setidaknya aku jadi lega," ujar Bintang. Beberapa lama dia menunggu, tak ada balasan dari pria itu, hanya tatapan biasa dengan gerakan tangan yang mulai menyalakan mobilnya. Tak berpengaruh sedikit pun? Kurasa Om

