Albian menatap ke luar apartemennya. Hal yang saat ini ia pikirkan adalah soal Sani. Sebenarnya ia tidak ingin melukai gadis itu, tapi Friska memaksanya untuk menyakiti Sani. Katanya Sani tidak akan bisa melupakannya dan dengan meminta maaf pun Sani akan memaafkannya. Maka Albian tidak terlalu merasa bersalah. Toh ia dan Sani sudah melewatkan banyak hal bersama termasuk harta berharga gadis itu yang telah menjadi miliknya, jelas bukan hal mudah untuk melepaskannya, kan? Pria itu jadi tidak sabar untuk menemui Sani akhir minggu ini. Albian akan memberikan beberapa oleh-oleh yang pasti gadis itu sukai. Lalu mengajaknya untuk pergi bersama, Sani pasti akan menurutinya. Apalagi mereka sudah beberapa bulan putus kontak, pasti gadis itu sangat merindukannya saat ini. Tidak ada pria yang bisa m

