Pagi harinya, sarapan telah disediakan oleh pihak hotel dan diantar sampai ke kamar Sani dan Steve. Selanjutnya mereka hanya menikmati sarapan mereka seperti biasa. Tanpa pembicaraan apapun. Hingga Sani berdehem pelan, membuat pria di depannya langsung menatapnya. “ Ada apa?” tanya Steve yang jelas tahu maksud lain di balik deheman Sani itu. Sani meletakkan sendoknya setelah menghabiskan separuh smoothies strawberry yang sangat lezat ini. “ Aku mau tanya.” Ia terlihat gugup, bingung harus menanyakan hal ini lagi atau tidak. Tapi ia butuh untuk memastikan. “Soal hubungan kita nanti, waktu di kampus... apa bisa kita merahasiakannya dulu? Aku merasa nggak enak dengan mahasiswa dan dosen-dosen di sana. Nanti mereka mengira yang tidak-tidak lagi.” Pertanyaan itu akhirnya lolos dari bibirnya.

