46. KOOKAINE

1767 Kata

Kim Taeri dapat menjelaskan suasana pagi ini dengan begitu sederhana ; sama seperti biasanya di mana matahari masih terbit dari timur. Dimulai dengan malu-malu karena masih bersikap sopan pada bulan yang perlahan menghilang di balik awan yang mulai bergerumul. Langit biru membentang memberikan bias pada air laut. Aroma embun yang lembab namun menyegarkan. Semuanya masih sama kecuali bagaimana dia terbangun di atas kasur yang berada dalam kamar Jeon Jeongoo. Ini bukan pertama kalinya kalau menurut hitungan nyata, pernah sekali sebelumnya saat dia masih menyumpah serapah ketika Jeongoo jelas menjebaknya dengan kegilaan yang tidak dapat dimaklumi jikalau dirinya juga tidak bermaksud buruk. Kala itu satu sama : Jeongoo mengira kalau dia memenangkan permainan sementara Taeri justru mendapatkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN