Extra Chapter 7.3

1921 Kata

Satu jam berkeliling memang tidaklah membuat dua sejoli itu puas. Rasanya kalau bisa mereka akan menghentikan waktu dan membiarkan mereka hanyut dalam kenikmatan dunia. Namun mereka tidak boleh melupakan malaikat-malaikatnya yang sedang menanti di rumah. Rumah ... ah, lega rasanya mereka kini sudah sampai rumah. "Kenapa gelap sekali? Apa mati lampu?" tanya Bella ketika melihat mansionnya gelap gulita. Aditya mengedikkan bahunya, ia kemudian membuka pintu rumahnya. Sangat gelap. Bella mengambil handphone-nya dan menyalakan senter. Ia merayap-rayap menuju kamar anaknya. Oh ... sungguh betapa rindunya ia. "Aira! Ayya! Anna! Selim!" teriak Bella ketika tidak mendapati anaknya di kamar. Ia pun mencari di kamarnya, namun hasilnya nihil. Anak-anaknya tidak ada. Sambil menitikan air mata, Bel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN