Seorang gadis kecil melangkah pelan dengan hati-hati setiap jalan kecil menyusuri kavling-kavling padang hijau tempat peristirahatan terakhir sambil membawa sebuket bunga lily putih. Sesekali gadis itu tersenyum menatap sang ibu yang sedang menuntun sebelah tangannya—menampakkan pipi kempot yang ia warisi dari sang ayah. Ibunya membalas senyumnya, walau ia tahu ada raut kesedihan di balik senyum sang ibu. Gadis kecil itu kini sudah berdiri di tempat tujuannya. Ia bersimpuh di depan hamparan rumput yang menggunduk itu sambil meletakkan sebuket bunga lily yang ia bawa. "Happy birthday, Tante," ujar gadis kecil itu sambil mencium batu nisan yang terukir nama yang percis seperti nama belakangnya, Laras. Setelah mengecup batu nisan Laras, pandangan gadis kecil itu beralih pada buket bunga l

