Extra Chapter 4

2281 Kata

Sudah seminggu Aira merasa senang, karena Selim menepati kata-katanya untuk tidak selalu menguntitnya ketika di sekolah walaupun sesekali ia masih memerhatikannya dari kejauhan. Sebenarnya Aira merasa sedih, karena Selim tidak bisa bebas bermain dengan teman-temannya. Waktunya tersiksa, karena harus menjaganya. Bayangkan saja, ketika sedang bermain saja, mata Selim selalu melirik ke arahnya, seperti saat ini contohnya. Pria kecil itu sedang bermain bola dengan teman-temannya, tapi matanya terus saja pada Aira yang sedang bermain dengan teman-temannya. Mungkin jika sudah besar, pria kecil itu bisa seperti Nil yang menjadi mata-mata. Kini Aira sedang main loncat tinggi dengan teman-teman perempuannya. Ya, teman-teman perempuan. Bisa terjadi tablik akbar selama 24 jam yang dibawakan oleh a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN