Chapter 33

1956 Kata

Suara kekehan menggema kamar itu. Kini rumah itu menjadi semakin terasa rumah di mana di dalamnya penuh gelak tawa. "Satu ... dua ... ti ... ayolah, Ayah katakan cheese," bujuk Bella sambil menghentikan hitungannya dan mengerucutkan bibirnya ke depan. "Baiklah," ujar Aditya sambil memutar bola matanya terpaksa. "Cheese," lanjutnya sambil menyilangkan jari telunjuknya di samping kedua pipinya. Akhirnya beberapa foto pun berhasil Bella bidik. "Aira hebat, ‘kan?" tanya Aira yang merasa bangga sambil menahan tawanya. Bella pun mengangguk sambil memberikan dua jempol untuk putrinya. Sementara itu Aditya mengacak-acak rambutnya. "Oh Tuhan, padahal ibunya tidak seperti itu atau jangan-jangan hasil tes DNA itu salah," ujarnya sambil mengerang. "Enak saja. Apa kita perlu melakukan tes lagi?" t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN