Sebuah tangan terulur ke arahnya, membuat Raas yang kala itu sedang terdiam di tempatnya kini mengangkat wajahnya dan menatap pada seorang lelaki yang berdiri di hadapannya dengan wajah yang terlihat sangat dingin. “Ayo, Faikar! Kita harus kembali menemui, Irene!” Kalimat itu menjadi kalimat terakhir yang dapat Raas dengar ketika dirinya mengulurkan tangannya untuk meraih uluran tangan tersebut. Sebelum akhirnya semua bayangan itu menghilang, melebur menjadi asap yang terbang ke atas langit. Sementara dirinya yang tinggal di tempat itu hanya dapat melihat sebuah sinar yang sangat terang yang membuatnya ingin sekali menutup kedua matanya dengan sangat erat. “Apa itu artinya jika kita semua bisa…” Raas dapat mendengar sayup-sayup suara dari dua orang yang sedang berbincang di sampingny

