Saat Wei berjalan bersama Rome di tengah desa, mereka tidak mendapati adanya sebuah keributan seperti yang di ucapkan oleh Muse tadi. Dan mereka hanya berjalan dengan tenang di tengah desa saat itu. Saat melewati seorang penjual manisan, Wei yang melirik dan melihat betapa kasihannya sang penjual itu akhirnya memilih untuk membelinya. “Kau mau manisan?” Tanyanya pada Rome yang menghentikan langkah dan melirik ke arahnya dan kemudian menghampiri Wei. “Kita di sini bukan untuk membeli makanan, bukan?” Tanya Rome yang berbisik pada Wei dengan serius. Membuat lelaki itu terkekeh pelan dan memberikan sejumlah uang pada pedagang manisan itu. Kemudian ia menoleh ke arah Rome dan berkata, “Memang bukan… Tetapi bukankah lebih baik jika kita membantu membeli jualan mereka agar mereka mendapatka

