Siang pun datang dengan sangat cepat saat itu, Adam masih setia menunggui Pangeran Ea di ruangan itu. Sementara Raja Jiwoo dan Raja Mart telah pergi dari Istana untuk memberikan perintah pada beberapa Prajurt Kerajaan mereka untuk mencari keberadaan Raas. Saat itu, Adam hanya mampu berdiam dan memikirkan ulang apa yang telah terjadi sebelumnya seraya mencoba untuk terus menghubungi Raas melalui Telepathy yang biasa mereka lakukan. Tetapi sepertinya hal itu percuma, karena Adam tidak mendapatkan jawaban apa pun dan justru hanya mendapatkan rasa lelah dari usahanya tersebut. “Saya harap anda baik-baik saja!” Gumam Adam yang mengucapkan harapannya untuk Raas yang kini telah menghilang. Di saat yang bersamaan dengan ucapan itu, Ea yang sedang berbaring di ranjangnya itu mulai membuka kedua

