Semua pasang mata kini tertuju pada Rome atau yang mereka tahu sebagai Xiau yang kini bangkit dengan tiba-tiba dari posisi duduknya. Raut wajahnya di balik jubah itu tidak dapat mereka lihat, namun sebenarnya wajahnya menampakkan rasa penuh keterkejutan sekaligus ketakutan yang kini dirinya rasakan. Wei, orang yang memang duduk di samping Rome yang juga menjadi seseorang yang paling di percayai oleh Rome itu berusaha untuk membawa Rome kembali duduk di kursinya seraya bertanya mengenai apa yang sedang dirinya pikirkan saat ini, atau yang ia katakan tadi. “Apa yang kau katakan Xiau?” Tanya Wei seraya berdiri dari duduknya dan menggenggam kedua bahu Rome, kemudian ia mendorong pelan tubuh itu agar kembali duduk. “Apa maksudmu berkata seperti itu, huh?” Tanya Wei dengan berbisik pada Ro

