Kuda-kuda dari Raja Jiwoo, Raja Adam, dan beberapa Prajurit Anchusa itu telah sampai di sisi sungai di mana Raja-Raja muda dari tanah Valerian itu sedang berdiri menghadap ke arah sebrang dari sungai, menatap pada Ray yang sedang berdiri dengan sebilah pedang yang di tempelkan oleh seseorang yang berdiri di belakangnya. Jiwoo segera turun dari kudanya dan menghampiri Raja Kadam, Raja Adrik dan raja Zach itu. “Apa yang terjadi?” Tanya Jiwoo seraya menatap ke arah sebrang, melihat Ray yang terdiam kaku. Ia juga melihat ke arah sosok yang mereka laporkan sebagai Aruba itu dengan mata yang menyipit dan menyelidik. Mencari tahu apakah lelaki itu benar-benar Aruba atau bukan. “Baginda! Kami… Tidak tahu apa yang harus kami lakukan!” Ucap Kadam yang langsung membungkuk bersama dua Raja lainnya

