Chua: Menang Banyak Bukannya membawa gue pulang ke rumah Abang, cowok itu membawa gue pulang ke apartemennya. Badan kita berdua basah kuyup. Apa lagi gue, udah mirip kayak tikus kecebur got. Gue protes ke Lakka, kenapa dia malah membawa gue pulang ke apartemennya. Bukan ke rumah Bang Hans. Lakka nggak menggubris setiap kali gue protes dan malah pergi ke dalam kamarnya lalu keluar melemparkan gaun tidur sampai mengenai wajah gue. Gaun tidur berwarna putih, berlengan panjang, bahannya tipis. Mungkin aja kalau gue pake bakalan terawang, nih. “Ganti sana.” kata cowok itu lalu masuk ke dalam kamar mandi lebih dulu. Gue berdiri dan memandangi gaun tidur di tangan gue. Sebenernya, sih, masih aman-aman aja kalau dipake. Panjang gaunnya juga dibawah lutut. Cuma, gue nggak yakin sama bah

